Dari total 351 jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci, satu orang jamaah dilaporkan meninggal dunia usai melaksanakan Wukuf di Arafah. Meski demikian, seluruh rangkaian pemulangan jemaah berlangsung lancar dan para jamaah yang kembali ke Brebes dinyatakan dalam kondisi sehat.
Kedatangan jemaah haji disambut oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Supriyadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah ke tanah air.
“Kami menyambut jemaah haji, kali ini ada Kloter 6 yang pulang. Secara keseluruhan semua berjalan lancar,” ujar Supriyadi.
Kebahagiaan juga dirasakan Sucipto (65), salah satu jemaah haji yang mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. Ia merasa terharu saat akhirnya bisa kembali berkumpul dengan anak, menantu, dan cucunya yang telah menunggu di Islamic Center Brebes.
“Alhamdulillah perjalanan ibadah haji berjalan aman dan lancar. Saya sangat bahagia bisa pulang dan bertemu kembali dengan keluarga,” ungkapnya.
Perasaan serupa dirasakan Tuti (67), warga Desa Pemaron, yang berangkat menunaikan ibadah haji bersama anaknya. Keberangkatannya tahun ini menjadi perjalanan yang penuh makna karena sang suami telah meninggal dunia sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Dengan mata berkaca-kaca, Tuti mengaku bersyukur dapat kembali ke Brebes dalam keadaan sehat. Ia berharap seluruh ibadah yang dijalankannya diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur.
“Saya sangat bersyukur bisa pulang dengan sehat. Semoga haji saya diterima dan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.
Kepulangan Kloter 6 menjadi momen yang tak terlupakan bagi para jemaah maupun keluarga. Tangis haru yang pecah sore itu bukan sekadar karena pertemuan kembali, tetapi juga sebagai ungkapan syukur atas perjalanan spiritual yang telah ditunaikan dengan selamat di Tanah Suci.







